Rabu, 19 Juni 2013

Cara Membuat Kerak Telur


Resep Membuat Kerak Telor

Saat ini, kerak telor menjadi makanan langka. Meski merupakan penganan khas Betawi, penjualnya justru kebanyakan berasal dari Sunda, Jawa Barat. Kerak telor memiliki rasa yang gurih.


Nah mau tahu sebarap gurih kerak telor, Anda bisa membuat panganan itu di rumah. Ini kami bagi resep membuatnya:

Bahan:

- 5 butir telur ayam
- 50 gram ebi kualitas baik
- 250 gram beras ketan putih
- 3 sendok makan bawang merah goreng

Bumbu:

- 3 buah cabai merah
- 2 centimeter kencur
- 2 centimeter jahe
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh gula pasir
- 1/2 sendok teh merica butiran
- 75 gram kelapa, kupas, parut, sangrai

Cara membuat:

1. Pertama rendam beras ketan putih dengan air dingin selama satu malam
2. Rendam ebi dengan air panas lalu tumbuk dan disangrai sampai kering, sisihkan
3. Haluskan semua bumbu yaitu sangrai kelapa, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir, lalu sisihkan
4. Kocok telur ayam, lalu sisihkan
5. Kemudian panaskan wajan, tuangkan 2 sendok makan ketan sambil ditekan sampai bisa menempel di permukaan wajan dan berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 10 centimeter
6. Kemudian wajan ditutup dan tunggu sampai ketan menjadi matang dan mengering
7. Masukkan 5 sendok makan telur kocok, 1 sendok makan bumbu halus, tambahkan dengan taburan ebi dan bawang merah goreng.
8. Lalu aduk hingga tercampur dengan telur tetapi tidak merusak ketan. Masak kembali hingga permukaannya menjadi kering, kemudian angkat. Setelah diangkat maka taburi ebi, bawang goreng, sedikit bumbu halus dan siap untuk dihidangkan.

Sumber : www.yahoo.com

Senin, 11 Februari 2013

Sekilas Bagansiapiapi

Kelenteng In Hok Kiong di pusat kota Bagansiapiapi

Asal Usul Nama Bagansiapiapi

Menurut cerita masyarakat Bagansiapiapi secara turun temurun, nama Bagansiapiapi erat kaitannya dengan cerita awal kedatangan orang Tionghoa ke kota itu. Disebutkan bahwa orang Tionghoa yang pertama sekali datang ke Bagansiapiapi berasal dari daerah Songkhla di Thailand. Mereka sebenarnya adalah perantau-perantau Tionghoa yang berasal dari Distrik Tong'an (Tang Ua) di Xiamen, wilayah Provinsi Fujian , Tiongkok Selatan. Konflik yang terjadi antara orang-orang Tionghoa dengan penduduk Songkhla, Thailand kelak menjadi penyebab terdamparnya mereka di Bagansiapiapi.
Dalam cerita dimaksud disebutkan bahwa pelarian tersebut dilakukan dengan menggunakan tiga perahu kayu (tongkang). Kejadian-kejadian selama dalam perjalanan menyebabkan hanya satu tongkang yang selamat sampai di darat. Itu adalah tongkang yang dipimpin oleh Ang Mie Kui bersama 17 orang penumpang lainnya. Tongkang yang selamat ini kebetulan membawa serta patung Dewa Tai Sun Ong Ya yang diletakkan di bagian haluan dan patung Dewa Kie Ong Ya yang ditempatkan dalam magun/rumah tongkang.
Menurut keyakinan mereka, patung-patung ini akan memberi keselamatan selama pelayaran itu. Petunjuk akhirnya diberikan oleh sang Dewa, setelah mereka melihat cahaya api yang berkerlap-kerlip sebagai tanda adanya daratan. Cahaya api itu ternyata berasal dari kunang-kunang (siapiapi) yang bertebaran di antara hutan bakau yang tumbuh subur di tepi pantai. Di daerah tidak bertuan inilah mereka mendarat dan membangun tempat pemukiman baru yang kemudian dikenal dengan nama Bagansiapiapi. Adapun kata bagan sendiri mengandung makna sebagai tempat, daerah, atau alat penangkap ikan.
Versi lain mengenai asal usul nama Bagansiapiapi adalah kata Bagan berasal dari kata tempat penangkapan ikan, sementara api berasal dari nama pohon api-api yang banyak tumbuh di daerah pantai

 

Perayaan Tahun Baru Imlek


Replika Shio Naga di Jalan Perdagangan-Bagansiapiapi
Perayaan Tahun Baru Imlek (Sincia) di Bagansiapiapi sangat meriah, terutama pada malam pergantian tahun baru. Tahun Baru Imlek juga merupakan tradisi pulang kampung bagi orang Tionghoa yang merantau ke luar daerah untuk berkumpul kembali bersama keluarga. Perayaan Imlek di Bagansiapiapi berlangsung 15 hari sampai malam Cap Go Meh. Selama perayaan Tahun Baru Imlek, lampion beraneka bentuk dan ukuran menghiasi rumah-rumah penduduk, perkantoran, kelenteng dan vihara, bahkan di sepanjang jalan-jalan besar di pusat kota sehingga kota Bagansiapiapi seakan bermandikan cahaya lampion di malam hari. Hari ke-9 Imlek (Cue Kao) yang merupakan perayaan hari kelahiran Dewa Langit (Thi Kong) juga berlangsung sangat meriah di Bagansiapiapi.
Salah satu keunikan perayaan Tahun Baru Imlek di Bagansiapiapi adalah hadirnya aksesoris patung berbentuk hewan dari shio tahun tersebut yang dipajang di Jalan Perdagangan. Patung tersebut terutama terbuat dari material seperti kertas, bambu, kawat, kain, wol dan sebagainya. Kegiatan seperti ini baru dimulai pada perayaan Tahun Baru Imlek 2554/2003 M Shio Kambing.
Di samping itu, di Kelenteng Guan Gong (關帝壇) yang terletak di Jalan Perniagaan, terdapat lampion berukuran raksasa berbentuk hewan shio dan karya klasik Tiongkok lainnya.
Pada malam Cap Go Meh akan berlangsung Pawai Lampion dengan lampion-lampion yang unik dari berbagai kelenteng yang ada di Bagansiapiapi. Pawai Lampion ini sekaligus merupakan Lomba Lampion yang akan memilih lampion terindah, terunik dan terbagus.
Statsiun televisi swasta nasional, MetroTV pernah meliput acara pergantian Tahun Baru Imlek 2561/2010 M secara langsung dari Bagansiapiapi yang dipusatkan di halaman depan Kelenteng Ing Hok Kiong (永福宮)
 

Bahasa Bagansiapiapi

Masyarakat Bagansiapiapi yang lebih dikenal sebagai Orang Bagan, terdiri dari beragam suku di antaranya Melayu, Batak, Jawa, Hokkian, Tiociu, Hakka dan Hainan.
Letaknya yang jauh dari ibukota Jakarta, membuat komunitas Tionghoa setempat masih kental menggunakan bahasa daerah tanpa pencampuran dengan bahasa gaul ibukota. Namun istilah "Bahasa Bagan" sering merujuk pada Bahasa Hokkian yang digunakan oleh masyarakat Tionghoa setempat.
Bahasa Hokkian Bagansiapiapi masih kental dengan nuansa Tionghoa murni tanpa campuran dengan bahasa Indonesia, sehingga mirip dengan bahasa Hokkian yang dipergunakan di Xiamen, Jinmen (Kim-men), dan Taiwan.
Dikarenakan sebagian besar leluhur orang Hokkian di Bagansiapiapi berasal dari Distrik Tong'an (Tang Ua) yang dekat dengan Xiamen dan Quanzhou, maka dialek bahasa Hokkian Bagansiapiapi bisa dimasukkan dalam varian campuran antara logat Xiamen dan Quanzhou (Cuanciu). Begitu juga dengan bahasa Hokkian yang dipergunakan di daerah Riau lainnya seperti Selatpanjang dan Bengkalis hampir sama dialeknya, karena kebanyakan leluhurnya berasal dari daerah Nan An (Lam Ua) yang dekat dengan Quanzhou.
Sementara bahasa Hokkian yang dipergunakan di Medan dan Penang masuk dalam varian logat Zhangzhou (Cianciu).

Wisata Kuliner Khas Bagansiapiapi


Kwetiau Bagansiapiapi
Kuliner khas Bagansiapiapi yang terkenal adalah masakan Tionghoa yang dikombinasikan dengan hasil bumi setempat, misalnya : Kwetiau Bagan, Miso Bagan, Nasi lemak Bagan, ''Kari Peng'' (Nasi Kari Bagan), Ham-ke (sejenis martabak dari kerang), Wantanmi (Mi Pangsit), Ke-mi (mi campur potongan mirip kwetiau), Tilongpan (mirip Cicongpan di Medan), Kiam-ke, Lolia (Rujak Bagan), O-Lua (Rujak Pedas), O-Ke, O-Yi, dan sebagainya.
Oleh-oleh khas Bagansiapiapi adalah Kacang pukul yang diproduksi masyarakat Tionghoa sejak turun temurun. Selain itu juga terkenal terasi, kerupuk udang, kerupuk singkong, udang kering (Ebi), permen kelapa, kue Kiat-hong, kue Lik-tao-ko, kue Ang-che-nai-ko, dan beragam jajanan khas lainnya yang tidak ditemukan di daerah lain.


Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Bagansiapiapi

Resep Kwetiau Siram Daging




thumbnail

Udara yang sejuk dingin paling asyik dinikmati sambil menyantap kwetiau gaya Medan ini. Rasa kwetiau yang kenyal gurih ini makin enak dengan topping daging yang gurih. Pastinya makin sedap jika dimakan selagi panas. Bikin yuk!

Bahan:
2 sdm minyak sayur
1 siung bawang putih, cincang halus
500 g kwetiau basah
Daging Tumis:
1 sdm minyak sayur
1 sdt minyak wijen
2 siung bawang putih, cincang halus
2 sdm daun bawang iris kasar
150 g daging has sapi, iris tipis
2 sdm saus tiram
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
300 ml air
1 butir telur ayam, kocok
2 tangkai kucai, iris kasar
50 g tauge besar, bersihkan
1 sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air
Taburan:
2 sdm bawang merah goreng

Cara membuat:

  • Tumis bawang putih hingga wangi.
  • Masukkan kwetiau, aduk hingga rata. Angkat.
  • Taruh di piring saji.
  • Daging Tumis:
  • Tumis bawang putih dan daun bawang hingga layu.
  • Masukkan daging sapi, aduk hingga berubah warna.
  • Tambahkan bumbu, aduk rata.
  • Tuangi air dan didihkan.
  • Masukkan telur, aduk hingga kental.
  • Tambahkan kucai dan tauge, aduk rata.
  • Tuangi larutan kanji, aduk hingga kental. Angkat.
  • Tuangkan ke atas kwetiau.
  • Taburi bawang merah goreng.

Untuk 2 orang 

Sumber : www.detikfood.com

Minggu, 10 Februari 2013

Resep Rainbow Jelly


RAINBOW JELLY

Resep Rainbow Jelly, Makanan Sehat Yang Lezat.

Bahan-bahan:
3 bungkus jelly instan (merah, orange, hijau atau sesuai selera)
3 gelas atau 600gr gula pasir
Air putih sekitar 10 gelas belimbing
1 bungkus vanilla bubuk
1 buah kiwi segar, potong kecil-kecil
3 buah strawberry, potong kecil-kecil
1 buah jeruk sunkist yang sudah dikuliti.
Cup untuk cetakan jelly.

Cara membuat:
1. Campurkan jelly instan hijau, gula ke dalam panci, aduk merata, masukkan air, lalu panaskan hingga mendidih. Adonan harus diaduk terus agar tak menggumpal. Lakukan ini dengan jelly warna merah dan orange.
2. Setelah mendidih, diamkan 2 menit, sambil menunggu, masukkan potongan buah kiwi ke dalam cup, tuang jelly hijau, dinginkan hingga jelly mengeras.
3. Masukkan potongan buah strawberry keatas jelly hijau yang sudah keras, tuang jelly merah, kemudian masukkan buah jeruk ke atas jelly strawberry yang sudah dingin dan keras, tuang jelly orange.
4. Setelah semua adonan jelly selesai dituang, masukkan kedalam kulkas agar lebih segar.
5. Sajikan selagi dingin.


Sumber : www.detikforum.com

Resep Pasta: Bolognaise Sauce

thumbnail

Saus pasta paling populer di dunia ini disebut juga 'bolognese'. Bahan utamanya daging cincang dan tomat. Resep gaya rumahan ini dijamin rasanya lebih enak. Apalagi diaduk dengan spaghetti atau jenis pasta lain dan dijadikan isian lasagna.

Bahan:
40 g wortel, potong dadu
40 g bawang bombay, potong dadu
40 g batang seledri besar, potong dadu
100 ml extra virgin olive oil
300 g daging sapi cincang
1 kaleng tomat yang sudah dikupas
40 g tomat pasta
10 ml dry red wine, jika suka
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
150 ml air
2 lembar bay leaf

Cara membuat:

  • Panaskan minyak dalam wajan.
  • Masukkan daging cincang, masak beberapa saat hingga agak kecokelatam lalu aduk.
  • Tambahkan wortel, bawang bombay, seledri, aduk hingga layu.
  • Tambahkan garam dan merica.
  • Masak hingga agak kering.
  • Tambahkan wine, tomat pasta dan tomat kalengan serta air.
  • Aduk dan masak dengan api kecil selama minimal 40 menit hingga kental.
  • Jika perlu, tambahkan air.
  • Angkat. Saus siap dipakai untuk pasta.

Untuk 4 orang

Sumber : www.detikfood.com

Sabtu, 09 Februari 2013

Alkisah Tentang Penanggalan Tiongkok (Shio) - Asal Usul 12 Nama Binatang Dalam Sistem Kalenderisasi Tiongkok

(INTERNET)
(INTERNET)
(Epochtimes.co.id)
Pada zaman dahulu kala, tatkala Kaisar Nefrit (penjaga istana surga) sedang merayakan hari ulang tahunnya. Sayangnya, ketika itu tidak ada cara menghitung waktu maka beliau tidak bisa mengetahui berapa usianya. Kaisar Nefrit kemudian memutuskan untuk membuat cara menghitung waktu.
Beliau mengutus pengawalnya turun ke bumi untuk mengumuman bahwa akan diadakan lomba bagi para binatang dan akan disediakan hadiah kepada 12 pemenang.
Hari perlombaan pun tiba, Kaisar datang dengan mengendarai kereta emas. Kaisar berdeham sejenak sebelum memulai pembicaraan, para binatang pun terdiam. “Perlombaan kali ini adalah menyeberangi sungai. Kepada dua belas peserta pertama yang berhasil mencapai seberang, nama mereka akan dipakai sebagai gelar nama tahun. Gelar tahun pertama akan diberikan kepada siapa yang pertama sampai di tepi sungai, begitu seterusnya,” kata Kaisar.
Seluruh peserta segera berbaris di garis start. Beberapa saat kemudian, pengawal mengibaskan bendera tanda perlombaan dimulai, seluruh peserta berlarian menuju sungai. Kucing dan tikus adalah yang pertama tiba di tepi sungai. Melihat sungai yang begitu luas, mereka segera menyadari bahwa medan yang hendak mereka lewati jauh di luar perkiraan mereka, bahkan terlihat sangat berbahaya. Sambil duduk menatapi sungai, kucing dan tikus duduk bersama sambil memikirkan jalan keluar.  Di tengah kebingungan, dari kejauhan muncullah kerbau menghampiri keduanya. Tiba-tiba tikus menemukan ide.
“Hei kerbau, apakah engkau keberatan membawa kami ke seberang sungai?” tanyanya. Kerbau termasuk hewan yang ramah,  ia pun langsung menyanggupinya.
Kucing dan tikus segera melompat ke atas kepala kerbau dan bersama-sama menyeberangi sungai. Saat hendak sampai di seberang, tikus segera melompat ke daratan, menjadikannya sebagai peserta pertama yang sampai.
“Selamat!” Sambut Kaisar. “Engkau berhak untuk menyandang gelar tahun pertama.” Kerbau yang merasa sedikit kecewa karena telah terkelabui akhirnya merelakan, toh ia mendapat gelar tahun kedua.
Butuh waktu cukup lama bagi harimau untuk sampai. Ia terlihat sangat kelelahan setelah perjuangan keras melawan arus sungai. Kaisar merasa tersentuh melihat upaya harimau dan menggelarinya tahun ketiga.

(INTERNET)
Menyusul kelinci di urutan keempat. Prestasinya cukup mengejutkan Kaisar. “Semua tahu kalau engkau, kelinci tidak bisa berenang. Apakah engkau telah mengelabui kami semua? “
Kelinci pun menjelaskan dengan jujur bahwa dirinya memang tidak bisa berenang, namun ia berhasil menyeberangi sungai dengan cara melompati batu-batu yang ada di sepanjang sungai dan bertemu sebatang kayu lapuk. Tanpa pikir panjang ia naik dan duduk di atas kayu tersebut yang akhirnya mengantarkannya ke seberang. Kata-kata sang kelinci membuat sang Kaisar merasa kagum dan menghadiahkannya gelar tahun keempat.
Kaisar sangat senang dengan apa yang dirinya lihat sejauh ini. Semua peserta telah menunjukkan kemampuan dan usaha yang luar biasa untuk menyeberangi sungai, akan tetapi sebelumnya Kaisar malah berharap bahwa naga akan tampil sebagai pemenang, menurutnya naga sanggup berenang dan terbang dengan sangat baik, sangat mudah memenangkan perlombaan. Namun sampai kini naga tak juga tampak.
Baru saja terpikir demikian, tiba-tiba sekilas bayangan raksasa melintas di atas kerumunan binatang yang tengah berkumpul, tampak seekor naga menukik turun dan mendarat di tanah. “Akhirnya yang saya tunggu muncul juga, dari mana saja engkau? “tanya Kaisar.
“Saya harus membuat hujan, kemudian saya melihat kelinci berdiri di atas kayu mencoba menyeberangi sungai, jadi terpikir oleh saya untuk membuat angin agar membantunya menyeberang,” jelas naga. “Baik sekali. Engkau adalah binatang kelima yang sampai maka kau berhak mendapatkan gelar tahun kelima,” jawab Kaisar.
Mereka yang sudah berhasil mencapai tepi berkumpul di pinggir sungai sambil menyaksikan peserta yang masih tersisa berjuang menyeberangi sungai. Tak lama kemudian, tampak kuda dari kejauhan, ia terlihat kepayahan berenang.

(INTERNET)
Baru saja kuda akan menginjakkan kaki di daratan, tiba-tiba ular muncul keluar dari balik permukaan air. Saking terkejut kuda pun meringkik nyaring mengangkat kedua kakinya, memberi peluang bagi ular untuk mendahuluinya dan memperoleh tempat keenam. Kuda mendapat gelar ketujuh, dan cukup senang dengan hasilnya.
Seketika sebuah pemandangan yang tidak biasa ditampakkan di hadapan mereka – membuat siapapun yang melihat akan berdecak kagum.
Ayam jantan, monyet dan kambing muncul secara serentak dan bersamaan berdiri di atas sebuah rakit. Ayam jantan yang pertama kali menemukan rakit, dan dalam perjalanan bertemu monyet dan kambing, kemudian ketiganya naik dan mendayung rakit bersama-sama.
Ketika mereka akhirnya mencapai tepi, Kaisar merasa sangat senang. “Saya belum pernah melihat kerjasama yang luar biasa seperti ini!” Kaisar pun memberikan kambing gelar tahun kedelapan, monyet tahun kesembilan dan ayam jantan kesepuluh.

(INTERNET)
Selang waktu cukup lama hingga binatang berikutnya sampai. Hal itu membuat kaisar resah dan ragu kalau-kalau masih ada peserta lainnya mampu menyeberang dikarenakan tantangan yang diberikan terlampau sulit.
Namun sebelum dirinya mulai merasa kuatir, tiba-tiba anjing muncul mendekati tepi. Anjing itu menjelaskan bahwa air sungai yang begitu bersih membuatnya tidak bisa menahan diri dan mandi di sana. Kaisar tertawa dan memberikannya gelar tahun kesebelas.
Sekarang tinggal menunggu siapa gerangan yang akan memperoleh tempat terakhir. Ketika para binatang sibuk mempertanyakan tiba-tiba sang babi muncul di hadapan mereka, menggelarinya tahun keduabelas. Para peniup terompet istana mengeluarkan bunyi pembuka dan Kaisar mulai berbicara. “Selamat kepada semua peserta yang berhasil menyeberang sungai hari ini. Nama-nama kalian akan diingat selamanya berkat upaya kalian yang sungguh luar biasa hari ini,” katanya.
Namun apa gerangan yang terjadi dengan kucing yang duduk di atas kepala kerbau? Ternyata tikus mendorongnya kembali ke sungai dan terseret arus ke sungai lain, dan sejak saat itu tikus dan kucing menjadi musuh.  (Dawu Wang / The Epoch Times / mya)

Sumber : www.epochtimes.co.id

11 Makanan Khas Imlek

makanan-khas-imlek 

1. Mie, melambangkan panjang umur dan kemakmuran
Mie yang panjang, tidak mudah putus menggambarkan panjang umur. Dalam setiap perayaan, mie selalu hadir sebagai wujud harapan untuk diberi umur yang panjang. Cara memakan mie tidak boleh dipotong melainkan disantap sampai ujung terakhir karena dipercaya akan memperpanjang umur.
2. Kue lapis legit, melambangkan rezeki yang berlapis-lapis
3. Kue mangkok, kue maho, dan kue keranjang
Biasanya kue keranjang disusun diatas kue maho dan kue mangkok yang diberi warna merah diatasnya. Harapan yang terkandung adalah agar memiliki kehidupan yang manis dan kian menanjak seperti kue mangkok. Kue keranjang atau nian gao adalah sejenis puding tradisional China yang terbuat dari beras ketan, tepung gandum, garam, air, dan gula. Warna gula yang digunakan untuk membuat penganan ini menentukan warnanya (putih atau cokelat). Nian gao lebih populer di China bagian timur seperti Jiangsu, Zhejiang, dan Shanghai, karena pengucapan katanya sama dengan “tahun yang lebih sejahtera”.
4. Manisan kolang-kaling bermakna agar manusia selalu berpikiran jernih
5. Agar-agar dicetak bintang bermakna simbol kehidupan yang terang
6. Cemilan seperti kuaci, kacang, dan permen.
Asinan dari biji semangka atau labu kuning ini sering menemani saat-saat berbincang di tengah keluarga ketika merayakan Imlek. Arti dari sajian biji-bijian ini adalah memiliki keturunan yang banyak.
7. Ayam atau bebek yang utuh sebagai simbol untuk udara
Budi luhur sangat dijunjung tinggi oleh budaya Cina, dan sajian bebek adalah simbol dari kesetiaan dan ketaatan. Sementara itu, telur bebek atau ayam memiliki makna kesuburan.
8. Ikan sebagai simbol dari air
Ini bisa ikan emas ikan bandeng atau ikan salmon (ikan pai tu di daerah Singapura) semacam ikan yang bulat dan yang dapat hidup di laut dan di sungai. Selain itu, lafal ikan (Yu) sama bunyinya dengan surplus (Yu).
9. Jeruk mandarin
Jeruk mandarin besar menggambarkan kekayaan, sedangkan jeruk jenis kecil menggambarkan keberuntungan karena kedua jenis jeruk ini adalah buah yang berlimpah-limpah di Cina. Dalam dialek Teochew, nama buah tersebut berhomofon dengan “keberuntungan”.
10. Lobak disebut cai tou yang juga berarti good luck.
Saat perayaan Tahun Baru Cina, sajian lobak menjadi wujud harapan baru untuk beruntung di tahun yang akan dijalani.
11. Tiram
Kata tiram dalam  bahasa China terdengar seperti ”bisnis yang baik”. Oleh karena itu, hidangan satu ini biasanya juga disajikan dalam jamuan makan pada saat Imlek.

Sumber : imlek.yellowpages.co.id